RSS

kEUNGGULAN DIALEK QURAISY ( MAKALAH FIQH LUGHAH )

03 Mei

KEUNGGULAN DIALEK/LAHJAH QURAISY

  1. A.    Bagaimana Kemunculan ( asal-usul ) Bahasa Arab

Sebagai mana telah kita ketahui di bagian sebelumnya pada bab 2 disebutkan bahwa bahasa arab dipakai oleh orang-orang ( kaum) arab merupakan bahasa adab ( sastra ), tulisan, dan pengarang buku yang berkembang ( tumbuh ) di negara nejad dan hijaz. Kemudian berkembang di berbagai daerah ( negara )  yang sebelumnya menggunakan bahasa semit dan hamitik. Hal ini dapat dibuktikan bahasa tersebut digunakan di palestina, yordania, suria, libanoon, irak, quait, dan pulau malthah. Akan tetapi kita tidak mengetahui dari mana muncul nya ( asal-usul ) bahasa arab ini. Jika para ulama di negara-negara  tersebut belum muncul pada awal najed dan hijaz bisa mempengaruhi dalam hal penulisan bahasa arab.

Informasi yang sampai pada kami dari pengaruh bahasa tersebut apa yang dinamakan ( dikenal ) dengan sastra jahiliyah, yang merupakan pengaruh sastra bagi suatu golongan dan para penyair jahiliyah, dan para penceramah. Akan tetapi bahasa tersebut belum terkumpul dan belum ditulis, kecuali pada abad pertama islam. Dan sejarah yang telah lalu kepada abad ke 5 setelah milad,dan pengaruh ini merupakan contoh bahwa bahasa arab ini merupakan bahasa yang agung dan sempurna, setelah melalui beberapa tingkatan dalam perkembangan. Dan setelah lahjah itu menguasai dari lahjah-lahjah lain yaitu lahjah quraisy. Saat ini kita memulai bahasa tersebut dengan cepat setelah melalui lahjah-lahjah yang lain dan lahjah quraiay.

  1. B.     Pergulatan sebagian lahjah arab, dan keunggulan lahjah quraisy

Dari yang telah diketahui bahwa sejak zaman dahulu/kuno bahasa arab terbagi kedalam banyak dialek yang berbeda-beda dalam sebagian besar dilihat dari suara/pelafalan, petunjuk, qowa’id/rumusan,dan mufrodat/kosakata,khususnya setiap suku yang terbatas dalam tempat asalnya dan komunitas dengan lahjah dari lahjah-lahjah lain.

Meskipun masing-masing dialek telah disediakan banyak kesempatan bagi dialek-dialek ini untuk berinteraksi melalui perdagangan, pertukaran manfaat, dan perpindahannya untuk mendapatkan perhatian,serta berkumpulnya pada saat haji, dipasar-pasar ( pasar-pasar jahiliyah ini terbagi delapan yang paling terkenal diantaranya adalah : ‘ukadz,mujinnah,dan dzul majaz ) pada saat perang saudara dsb. Sehingga dialek-dialek arab ini menjadi kacau satu sama lain dalam persaingan kebahasaan Kemenangan dalam persaingan kebahasaan ini dimenangkan oleh dialek quraisy. Oleh karena itu dialek quraisy menjadi penguasa bagi dialek – dialek lainnya baik dalam percakapan sehari – hari maupun dalam ranah kesasasteraan pada setiap suku bangsa arab yang berbeda – beda. Maka bangsa arab setiap suku nya membuat syair,orasi dan prosa sastranya dengan menggunakan dialek quraisy. Faktor – faktor yang membantu kemenangan dialek ini dari dialek – dialek lain adalah :

  1. Faktor keagamaan, kaum quraisy sering mengunjungi baitullah, untuk melaksanakan urusan dan peribadatannya. Dalam pandangan mayoritas suku bangsa arab dimasa jahiliyah, baitullah merupakan tempat yang disucikan, dimana banyak orang yang berkunjung kesana untuk melaksanakan manasik haji, dan adapula yang datang untuk menyembah patung – patung dan membawakan sesajian kurban. Bagi kaum quraisy hal itu merupakan pengaruh keagamaan yang melekat pada suku bangsa arab.
  2. Kekuasaan ekonomi, di genggaman orang – orang quraisy terdapat sejumlah pandangan yang besar, yaitu bagi mereka yang sering berpindah – pindah tempat berdagang diberbagai wilayah jazerah arab, dari syam bagian utara menuju yaman selatan. Sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam surah quraisy : “  Li iilaafi quraisy…dst “. Dengan rangkaian kegiatan pandangan tersebut, maka kendali kekayaan di negara ini di pegang oleh kaum quraisy.
  3. Pengaruh politik, bagi orang – orang quraisy telah menjadi suatu kenyataan bahwa keutamaan pengaruh agama dan ekonomi serta keutamaan kedudukan negaranya bisa menjadi suatu pengaruh politik yang cukup kuat diantara negara – negara arab lainnya pada masa jahiliyah.
  4. Dialek quraisy merupakan dialek arab terluas yang menjadi suatu kekayaan, dan dialek arab tertinggi dari segi uslubnya, serta menjadi dialek yang paling mampu untuk mengutarakan seni kata yang berbeda. Hal itu disebabkan oleh keutamaan yang telah ditentukan bagi para penuturnya, baik dari segi sarana kebudayaan maupun kesempatan yang banyak untuk memperoleh kesan khusus dengan dialek arab yang berbeda – beda

Setelah dialek quraisy betul – betul mengungguli dialek – dialek menjadi  bahasa arab lainnya dan setelah menjadi bahasa sastra untuk seluruh suku arab. Alqur’an pun menggunakan dialek quraisy, maka tidaklah mengherankan jika dialek quraisy dipahami oleh semua suku. Tidak mengherankan pula, datangnya pengaruh zaman jahiliyah yang merupakan catatan,puisi,khotbah,aturan dan sejenisnya disusun dengan bahasa quraisy.

 

 

  1. C.     Faktor – faktor kebangkitan bahasa quraisy

 

Ada banyak faktor yang membangkitkan kembali bahasa Quraisy dan perluasan produksi dialeknya dan memungkinkan bagi lisan arab, di antara faktor – faktor yang paling penting itu sebagai berikut :

 

  1. Adanya pengaruh yang diperoleh dari interaksi lahjah ( dialek ) bahasa arab yang lain.  

Di nyatakan dalam hukum bahasa, sesungguhnya bahasa lisan tidak keluar dengan kemenangan dari perjuangan bahkan ketika banyak pergeseran dengan bahasa lain maka bahasa yang dominan ditinggalkan yang memberikan banyak pengaruh yang diungguli dalam aspek dalam aspek yang kurang, maka bahasa quraisy dikuatkan komponen – komponennya dan perluasan dialeknya, dan meningkatkkan fleksibilitas dan kemampuan untuk mengungkapkan berbagai seni ucapan. Namun tidak diragukan kutipan – kutipannya dalam hal – hal yang kurang, tetapi dialek ini banyak dari shigat dan kosakatanya berpindah terhadap bahasa quraisy, yang tidak memerlukan adanya nadzoir dalam teks asli. Dan ini disebabkan oleh beberapa faktor kekayaan kosa kata dari bahasa ini dan banyak pula sinonimnya,sebagaimana yang ingin dimaksudkan dalam rincian judul ini.

  1. Pertemuan khusus yang digunakan orang arab di era ini untuk menguatkan bahasa dalam pembelajaran dan konsultasi dibidang sosial, memutuskan jalan hukum dan perselisihan,atau untuk aliansi, kontrak, atau referensi dengan menceritakan bahasa arab untuk menginggat cerita, berita dan lain – lain. Bahasa yang digunakan dalam komunitas ini adalah bahasa quraisy.
  2. Pasar, dahulu noarang arab mempunyai pasar umum untuk berniaga,sastra,dan lain sebagainya. Yang hampir tiap bulan tidak pernah sepi. Pasar yang paling terkenal adalah : ‘Akad, majannah, dan dzul majaj. Suku  arab memakmurkan atau meramaikan pasar ‘akad pada tanggal 20 bulan dzul qo’idah kemudian mereka meninggalkan mujannah. ( dekat dengan mekkah ) dan disana mereka membongkar sisa dagangan pada bulan dzul qo’idah tersebut. Pada awal bulan dzul hijjah sebagian suku arab pergi menuju dzul majaz ( pinggir arafah ). Pada tiga pasar ini dan juga pada pasar yang lain. Orang arab memfokuskan kenggulan penuturan dalam pidato, syair dan prosa, mereka saling menghakimi perselisihan saling menyombongkan diri dengan keturunan dan leluhur, dan merasa kaya dengan cinta dan pesona. Berdagang ucapan merupakan keadaan yang sangat baik dibandingkan berdagang dengan barang perdagangan. Dan bahasa yang digunakan ketika itu adalah bahasa quraisy. Dan tidak diragukan lagi, itu semua merupakan yang sangat kuat bagi kebangkitan bahasa ini.
  3. Ayyam al-arobi, yaitu peperangan yang terjadi antara suku-suka arab atau dengan bangsa asing. Yang menolong mereka hingga terjadi banyak itu adalah gaya hidup dan perjanjian mereka untuk menarik/merebut tempat yang ada curah hujan rumput, penggunakan, barang kebutuhan untuk binatang ternaknya dan selain suku arab dan mendorong suku arab terhadap pembelaan tanah airnya tersebut dan warga asing atau penepatan janji dan keberlangsungan pertahanan… diantara perang-perang tersebut antara lain : ( perang basus ) antara bakar dan penakluk. Dan ( perah fahar ) antara bangsa quraisy dan sekutunya yaitu bangsa kinanah, lawan dan hawazin. Dan ( perang yaun dzi qor ) antara orang arab dan orang paris. Penopang pada peperangan-peperangan ini adalah kalam baligh/kalimat yang sempurna yang mana para kaki tangan, sesepuh raja, dan tentara sembunyikan untuk menganjurkan kepada keberanian dan maju … dan segala sesuatu yang terjadi dalam peperangan tersebut dibukukan ketika itu seluruh bangsa arab dalam bidang sastra, dan bahasa itu adalah bahasa quraisy dan itu semua termasuk pengaruh bagi bangkitnya bahasa ini, kemajuan dan meluasnya lingkup sastranya.
  4. Al – qur’an, hadits dan islam. bagian ini akan dibicarakan pada pembahasan yang akan datang.    

 

 

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2012 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 131 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: