Relatif ajah

Saya punya kawan yang menurut saya cantik jika di ukur dengan standar wanita pada umumnya, Tidak ada yang salah dengan dirinya secara fisik karena saya menganggap bahwa kecantikan fisik itu relatif dan belum tentu apa yang menurut kita itu suatu kelemahan justru menurut orang lain itu yang merupakan kelebihan kita dan menjadikan kita bisa terlihat cantik. Namun sayang nya kawan saya itu mengalami masalah dalam hal percaya diri, ya dia acapkali merasaminder dan takut untuk mengeluarkan pendapat.

Pernah suatu hari saya bertanya, mengapa kamu sering kelihatan takut dan minder untuk mengeluarkan pendapat ketika di forum pertemuan atau rapat – rapat organisasi? Jawaban yang saya terima sungguh mengagetkan katanya “ dia sering merasa orang lain lebih hebat dari dirinya, dan dia merasa kalau dirinya kurang cantik sehingga apa yang dia bicarakan pasti tidak akan di dengar oleh orang banyak sehingga dia menjadi minder dan malu  “

Lalu, apa hubungannya dengan takut menngelluarkan pendapat? Saya rasa tidak ada hubungnan nya antara kecantikan dengan takut mengeluarkan pendapat, tapi itulah kenyataannya.

Ada kawan saya yang lain yang mengalami problem kalau dia merasa takut jiika diminta untuk menjadi pemakalah di kelas atau untuk presentasi bahkan ketika tiba giliran dia menjadi pemakalah atau harus presentasi dia memilih uuntuk membaca makalah itu di hadapan teman – teman sekelas dibanding untuk mempreesntasikannya atau untuk lebih berapresiasi dengan bahasa sendiri agar pembahasan atau penjelasan kita lebih difahami orang banyak karena apa dia bisa seperti itu?

Saya pun pernah bertanya kepadanya,kenapa dia sering terlihat gugup bahkan lebih sering diam dan membiarkan kawan sekelompok nnya untuk aktif berbicara di banding dia ketika bertugas sebagai pemakalah atau berpresentasi?

Jawaban yang saya terima darinya yaitu karena dia merasa takut takut salah ngomong,takut ditertawakan,takut kehilangan kata – kata atau ngeblank dan masih banyak ketakutan yang lainnya.

Yang saya rasa ketakutannya itu hanya ada di pikirannya sehingga buah dari pikirannya sendiri yang mengakibatkan keadaan itu terjadi.

Dari dua kasus teman saya tersebut kita bisa ambil sebuah benang merahnya bahwa sesungguhnya percaya diri atau tidak itu sangat tergantung pada bagaimana pikiran kita merespon terhadap keadaan sekitar. Karena sesuai ilmu yang alhamdulillah sudah saya pelajari di kahfi mengenai daya batin bawah sadar bahwa “ PIKIRAN ADALAH SEBAB DAN KEADAAN ADALAH EFEKNYA “.

Nah jika seperti itu berarti percaya diri itu berawal dari pikiran kita, karena itu jika kita ingin mengembangkan rasa percaya dirikita mulailah dengan mengubah pola pikir kita.

Dan yakinlah bahwa percaya diri itu ada dalam hati dan pikiran kita masing – masing, kita hanya perlu mengubah pola pikir kita mengubah konsep dalam diri kita dan berani mecoba hal hal baru, menghilangkan segala ketakutan – ketakutan yang akan menghalangi kesuksesan kita. Dan percaya lah bahwa Allah selalu ada untuk hambanya yang senantiasa berusaha.

Tetap optimis yakinkan pada diri bahwa kita pasti bisa mengahadapi semua masalah – masalah yang ada dan dapat meraih kesuksesan tanpa batas.

Sukses adalah hak kita dan kita berhak untuk sukses jadi yakin kan diri kita dan percaya bahwa kita  pasti sukses J

Salam sukses dari saya Hera Sukses J

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s