MY FEEL

Surat Cinta yang pertama dan terakhir….

 

Kutujukan kepada seseorang yang dari padanyalah segala inspirasi bermuara. Kepada seseorang yang telah menyejukkan ruang rasaku. Kepada seseorang yang ketika ku berada di depan nya tak mampu diriku untuk bersuara ( karena aku tahu surat hanyalah rangkaian kata yang tak bersuara maka ku beranikan diri untuk menulis surat ini kepadamu ),Kepada orang yang sebenarnya akan kudedikasikan tulisan awalku padanya, namun akhirnya kujadikan ia penutup yang indah di surat terakhir ini, agar segala cerita dapat mengalir lancar di hari- hari akhir dan agar tak ada kata salah paham mengenai perasaan ini,terlebih kini kau telah bersanding dengannya.

 

Hai kamu, apa kabar mu sekarang? Terserah kau mau memberitahuku kabarmu atau tidak,tapi nyatanya saya tahu dan selalu tahu kondisimu.

 

Ketika saya memandangmu lagi untuk pertama kalinya-setelah pertemuan terakhir kita bertahun yang lalu- saya merasa demikian akrabnya saat menatap matamu,padahal saat itu kita tak banyak bicara atau bahkan kita sama sekali tak bercakap – cakap. Kamu tahu, yang paling saya sukai dari wajahmu adalah matamu, mata yang selalu menampakkan sisi ketegasan dan penuh wibawa. namun pernah suatu kali saya melihat kekesalan yang tebal menutupi pandanganmu. Amarah pun pernah sekali muncul di mata itu, ya meskipun saat itu kita hanya bercakap lewat telfon seluler tapi aku bisa merasakan amarah dimata mu menginggat nada suaramu yang ditekan.

 

Kuakui memang sulit saat harus bertemu lagi dengan sosokmu yang telah sekian lama menjadi sosok yang asing bagiku. Setelah waktu berjalan dengan caranya sendiri, rupanya kau pun berubah. Sulit bagiku untuk dapat bertemu denganmu,yang pada awalnya aku berfikir ketika kita telah lulus dari sekolah itu kita akan banyak bicara bertukar cerita dengan akrab karena mengingat sikapmu dulu namun ternyata harapan itu hanya ada padaku, pikiranku selalu dipenuhi tanya. Seperti apa rupamu kini, masih samakah suara renyah tawamu, apakah kau bahagia dengan hidupmu sekarang, bagaimana saya akan memulai percakapan denganmu, mampukah saya menatap matamu dan berkata: ”SAYA MERINDUKANMU”, dan banyak pertanyaan lainnya yang menggelayut di pikiranku.

 

Akhirnya saya putuskan untuk mengabaikan semua keributan kecil di hatiku, kuputuskan untuk maju datang ke acara reuni sekolah kita, semua itu kulakukan agar bisa bertemu denganmu, apapun yang akan terjadi, bagaimanapun reaksimu, dan entah bagaimana nantinya pertemuan perdana kita setelah lama tak bertemu.

 

Dan sungguh, ketika saya melihat sosok tubuhmu, bahkan saya belum melihat wajahmu, saya rasa saya tak mampu berjalan tegak. “Jangan senyum padaku, lututku akan lemah” ujarku dalam hati. Dan disanalah kau duduk, dengan santainya, bahkan saking santainya kamu mungin tak menyadari kehadiran ku diantara keramaian teman – teman kita,sementara untuk saat itu sebelum aku bertemu denganmu disana, segala macam hal hingga hal terdetil kupilihkan  untuk melihatmu lagi, tapi rupanya kau malah muncul dengan gaya cuekmu. Tapi tetap saja diriku tak mampu mengucapkan kata – kata didepan mu,

 hingga akhirnya di senja hari itu kaupun menyapa walau ku tahu itu hanya basa basi saja,tapi akhirnya kita mampu melewatinya hingga batas akhir hari, asyik bertukar cerita tentang apa yang telah kita lewatkan dari hidup masing- masing meskipun itu di bantu dengan keramaian teman – teman kita dan itu cukup membantu rasa kaku yang ada didalam diriku. namun masih tetap seperti ada tirai tipis yang membuat kita tak bisa tertawa lepas layaknya dulu. Ah tapi apalah arti ‘dulu’ itu, jangan- jangan hanya saya yang memiliki kata ‘dulu’ dimana ‘dulu itu adalah kau bersama saya.

 

Tapi ya nampaknya kini kau telah berubah menjadi sesosok orang yang berbeda dengan yang pernah kukenal. Saya tak pernah menyalahkan hal itu, toh nyatanya ketika waktu berjalan semua hal yang ada di bawah kuasanya mau tak mau harus berubah.

 

Sejauh ini, entah kau menyimak apa saja yang kutuliskan atau tidak, tapi saya yakin kau sekarang tak sepeka dulu lagi menyimak apa saja yang kututurkan kembali tentangmu. Tapi begitulah adanya, ketika hingga saat ini sekalipun saya masih menganggapmu sebagai sebuah kisah yang tak akan pernah usang dimakan waktu.

 

Kamu, Sang inspirator yang dulu pernah rutin kusebut namanya dalam doa. Kupinta yang terbaik untuk terjadi padamu. Tapi kini tak lagi, saya belajar untuk bisa perlahan melupakan namamu, mulai mencoba tak menyebutnya atau tak mengingatnya lagi sekalipun dalam doa. Sekali waktu kau pernah keheranan mengapa saya seperti selalu ada jalan keluar untuk setiap masalahmu? Tidakkah kau mengetahui bahwa saya memang selalu ingin memberikan yang terbaik bagimu, ketika kau punya masalah maka saya dengan sekuat apapun berusaha mencari apa yang kau butuhkan.

 

Surat terakhir ini menjadi semacam rangkuman atas apa yang telah terjadi selama ini. Setelah semua rupanya tak sama lagi seperti yang dulu, maka saya sadar selama ini masih terjebak pada suatu persoalan klise dan akhirnya saya memutuskan untuk kembali bergerak, berjalan mencari arah tujuan yang lain.

 

Kamu mungkin tak banyak tahu tentangku karena setiap bercerita aku hanyalah menjadi pendangar yang baik untuk cerita – ceritamu ( terutama cerita mu dengan kakak kelas kita,ingatkah kamu ? ) , tapi hal itu tak mengapa bagiku Karena kamulah semua inspirasi mengalir,karena kamulah aku bisa merubah rasa cinta menjadi hal yang positif,terima kasih kau sang inspiratorku….

Bolehkah kelak saya kembali menulis dan menceritakan kisah-kisahmu lagi? Terima kasih karena dengan sedemikian rupa, cerita tentangmu menjadi indah. Terima kasih karena kehadiranmu telah pernah menghias hari-hari dengan indahnya. Terima kasih untuk segala inspirasi yang sempat kau berikan.

 

Sekian dulu surat terakhir ini. Saya khawatir jika semakin panjang kisah ini kutuliskan maka akan ada pula kesan dan sikap yang berubah atau tafsiran yang salah. Maka tetaplah kau disana, jangan pernah sekalipun berubah menjadi orang yang lain lagi. Dan saya disini selalu ada untuk menjadi teman terbaikmu.

 

Salam sukses ya my  INSPIRE J

 

Saya.

Terima kasih.

 

 Image

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s