surat buat mamah yang di pwk :)

Assalamualaikum mamah yang cantik….

Sudah lama hera tidak menyapamu ya. Bukannya hera tidak merasakan rindu padamu, sungguh! Hanya saja aku kini menjaga banyak hati dengan tidak lagi menemuimu. Termasuk menjaga hati anakmu yang (mungkin) kini sudah tak mengharapkan kehadiran rha dan menjaga hati rha sendiri. Ya, rha mencegah diri untuk semakin merasa sayang padamu agar hatiku tidak pilu semakin dalam. Tapi percayalah mah, tidak setitik pun ada rasa benciku padamu, perempuan hebat.

Sejak setahun lebih yang lalu rha semakin dekat mengenalmu, perempuan hebat yang melahirkan seseorang yang (pernah) aku cintai dengan segenap hatiku. Darimulah aku tahu dan mengerti tentang berbagai kisah pilu. Bagaimana sakitnya dikhianati dan ditinggalkan. Ketika kumendengarkan kisah hidupmu, aku berjanji pada diriku sendiri untuk (berusaha) tidak pernah menyakiti anakmu dan tidak pernah menyakitimu.

mamah, anakmu sangat sayang padamu. Kau pun pasti tahu itu. Dari sikapnya hingga ciumannya ketika di dekatmu membuktikan segalanya. Dan apakah kau tahu mamah, anakmu selalu mencari sosok pendamping seperti dirimu. Sama. Hingga ia (mungkin) tanpa sadar seringkali membandingkan rha dengan dirimu yang begitu hebatnya. Tapi terkadang anak mu sadar mah kalo hera memang tidak bisa menjadi seperti mamah tapi rha pun tetap belajar untuk bisa meneladani sikap – sikap mu mah dalam menangani berbagai urusan rumah tangga hingga urusan pekerjaan.

Mamah , ingin rasanya aku bertemu denganmu. Menceritakan apa yang aku rasakan padamu. Semua  hal pilu yang kurasa. Tapi rasa takutku mengalahkan segalanya, rasa takut menatap matamu, rasa takut merasakan sesak di dadaku menahan rindu yang kupaksa mati, rasa takut akan rasa yang ku miliki terhadap anak mu mah…

Aku bisa memahami, kini aku, dia dan juga dirimu memiliki jalannya sendiri. Doaku untukmu, pun anakmu tidak lagi kekeras dulu mah… Hera yakin, Allah pasti menjaga kalian tanpa  rha pinta.

Mamah , aku hanya memohon padamu, jangan pernah membenci aku. Maafkan atas hal buruk yang mungkin pernah aku lakukan tanpa sadar dan menyakitimu,dan anak kesayanganmu. Izinkan aku untuk tetap menyayangimu meski dalam diam. Izinkan aku untuk tetap menyimpan rasa rindu yang kurahasiakan. Aku berjanji, tidak lagi mencintai anakmu seperti yang dia inginkan. Tidak lagi merindukannya seperti yang ia paksakan. Tapi jangan paksa aku melupakan kebaikan hatimu padaku selama ini.

Terima kasih mamah, sudah sudi menerimaku mendampingi hati anakmu meski sejenak. Terima kasih sudah mengizinkan aku memiliki harapan dan merancang masa depan bersama anakmu. Terima kasih sudah membuatku memiliki impian memiliki ibu mertua hebat sepertimu. Terima kasih atas segalanya. Aku sangat mencintaimu dan mungkin perlu kau tahu, dulu aku sangat mencintai anakmu.

Salam sayang penuh cinta,

Aku, mantan calon menantumu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s