ilmu lughoh

PEMBAHASAN
A. Tata Bahasa Transformasi
Dalam buku Noam Chomsky yang berjudul Syntatic Structure pada tahun 1957, dan dalam buku Chomsky yang kedua yang berjudul Aspect of the Theory of Syntax pada tahun 1965. mengembangkan model tata bahasa yaitu transformational generative grammar.
Pengertian transformation hanya menjadi bagian dari satu tipe yang terpenting dalam generative grammar atau tata bahasa generatif. Pengertian generatif mengandung dua makna, makna pertama, generatif menuju kepada pengertian produktivitas dan kreatifitas bahasa. Seperangkat kaidah atau pernyataan manapun yang memberikan kemungkinan untuk menganalisis bahasa atau struktur dari sejumlah besar kalimat yang tak terbatas dapat disebutkan generatif. Makna kedua adalah kombinasi unsur – unsur dasar ( fonem, morfem, kata, dan sebagainya ) yang disusun secara tepat.
Tujuan penelitian bahasa adalah untuk menyusun tata bahasa dari bahasa tersebut. Bahasa
dapat dianggap sebagai kumpulan kalimat yang terdiri dari deretan bunyi yang
mempunyai makna maka haruslah dapat menggambarkan bunyi dan arti dalam bentuk
kaidah – kaidah yang tepat dan jelas. Syarat untuk memenuhi teori dari bahasa dan tata
bahasa yaitu :
1. kalimat yang dihasilkan oleh tata bahasa itu harus dapat diterima oleh pemakai
bahasa tersebut, sebagai kalimat yang wajar dan tidak dibuat – buat.
2. Tata bahasa tersebut terus berbentuk sedemikian rupa, sehingga satuan atau istilah
tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja dan semuanya ini harus sejajar
dengan teori linguistic tertentu.
Konsep language dan paroleh dari de sausure, Chomsky membedakan adanya
kemampuan (kompeten) dan perbuatan berbahasa (performance). Jadi objeknya adalah
kemampuan. Seorang peneliti bahasa harus mampu menggambarkan kemampuan si
pemakai bahasa untuk mengerti kalimat yang tidak terbatas jumlahnya, yang sebagian
besar, barangkali, belum pernah didengarnya atau dilihatnya. . Kemampuan membuat
kalimat – kalimat baru disebut aspek kreatif bahasa
Tata Bahasa dari setiap bahasa terdiri dari tiga komponen, yaitu :
(1) KomponenSintaksis.
Komponen sintaksis merupakan “sentral” daritatabahasa ,karena ;
a. Komponen inilah yang menentukan arti kalimat
b. Komponen ini pulalah yang menggambarkan aspek kreativitas bahasa.
(2) KomponenSemantic.
Komponen Semantik memberikan interpretasi semantic pada deretan unsure yang dihasilkan oleh sub komponen dasar.Arti kalimat yang dihasilkan ditentukan oleh komponen ini.Artisebuah morfem dapat digambarkan dengan memberikan unsure makna atau cirri semantik yang membentuk arti morfem itu.
(3) KomponenFonologis.
Komponen Fonologis, menentukan bentuk fonetik dari sebuah kalimat yang dibangkitkan oleh kaidah sintaksis. Ia menghubungkan sebuah struktur yang dilahirkan oleh komponen sintaksis dengan simbol yang dinyatakan secara fonetis.

B. Semantik Generatif
. Struktur semantic itu serupa dengan struktur logika. Struktur logika itu tergaqmbar sebagai berikut :
Preposisi

Predikat Argumen 1 Argumen 2
Menurut teori semantik generatif, argument adalah segala dssesuatu yang
dibicarakan; sedangkan predikat itu semua yang menunjukan hubungan, perbuatan, sifat ,
keanggotaan, dan sebagainya.
Struktur ini serupa dengan struktur logika, berupa ikatan tak berkala antara predikat
dengan argumen dalam suatu proposisi.
Contohnya : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat
berargumen dua yakni : nenek dan kopi atau dapat dirumuskan: MINUM(nenek,kopi).
Dalam kalimat “Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. /
MARAH(nenek).
C. Tata Bahasa Kasus
Tata bahasa kasus diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore. Fillmore membagi
kalimat atas :
1. Modalitas, yang berupa unsure negasi, kala, aspek, dan adverbia.
2. Proposisi, yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus.

Kalimat

modalitas proposisi
negasi verba
kala kasus
aspek
adverbial
Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan
nomina. Verba di sini sama dengan predikat, sedangkan nomina sama dengan argument
dalam teori semantic generatif.
Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.
Contoh: dalam kalimat “Toni memukul bola dengan tongkat”, mempunyai argumen1
Toni berkasus “pelaku”, argumen2 bola “tujuan” dan argumen3 tongkat “alat”.
Rumus : + ( –X,Y,Z)
X = pelaku, Y= alat, Z = tujuan
Misal dalam kalimat diatas : MEMUKUL, + (–X,Y,Z)
X = nenek, Y = tongkat, Z = bola.
Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku), experiencer (yang mengalami peristiwa), object (yang dikenai perbuatan), means, source (keadaan, tempat, waktu yang lalu), goal (keadaan, tempat, waktu yang kemudian), referential (acuan).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s